ga ga ga kuat..sama seperti lyric dari lagu yang belakangan ini agaknya populer baik positif maupun negatif
namun betapapun kuatnya bendungan apabila melebihi kapasitas tampungnya tentu tetap akan jebol juga
aku pu tak mengerti 'kenapa''
atau lebih tepatnya 'bagaimana' karena 'kenapa'nya aku sudah tahu jawabnya
mungkin ku naif
berpura tidak ada apa-apa
dan semuanya terlihat berhenti...
sementara
yang dalam bahasa inggris disebut ceased
yang artinya tepat seperti di atas
berhenti...sementara...dan tentu akan berlanjut kembali
sekarang aku tahu itu akan kembali
hanya aku tak mengerti cara melanjutkannya
Senin, 11 Juli 2011
Kamis, 25 Februari 2010
Faithfully Coincidence
'may change something'
mungkin bukan waktu yang tepat masih bangun jam-jam segini
gara-gara baru selesai membaca komik sampai tamat
tidak bisa tidur dan memutuskan membuka internet
membaca halaman-halaman setipe punya teman-teman
terkadang gw berpikir apakah blog gw pernah dibaca orang.haha
oke jadi komik yang gw baca katanya sih komik cewek
tapi menarik juga dibaca akhirnya keterusan
toh gw minjem juga dari teman cowok jadi bukan 'komik cewek' doong.haha
lalu apa maksud dari tulisan di atas
gw terhenyak juga
memikirkan apakah mungkin happy ending tuh cuman di cerita-cerita doang
atau ada di kehidupan ini
hanya tak pernah mampir ke gw
cukup sakit sebenernya berhubung baru selesai baca komik itu dan membaca blog teman-teman serta menyambung post sebelumnya
rasanya mata gw sampai basah.hiks
tidak, ceritanya tidak sama dengan hidup raga ini
namun serupa dalam arti lain
dan ketika membaca-baca blog sebelah
gw mencoba mengartikan dan
meskipun gw sering salah mengartikan
tapi rasanya bacaan tulisan itu tidak salah
tapi (mungkin) sia-sia sudah gw mengartikan dari tulisan
dan mungkin sekali lagi perbuatan yang sedikit gokil, nekad, dan di luar akal sehat hanya ada di cerita-cerita terutama komik-komik seperti yang sudah selesai gw baca
jadi masalah-masalah yang ada di komik bisa diselesaikan dengan cara komik ya hanya di komik
bukan di ruang dan waktu yang terus berjalan ini
namun bukan tidak mungkin berusaha
sudah malem (banget)
semoga bisa tidur nyenyak
mungkin bukan waktu yang tepat masih bangun jam-jam segini
gara-gara baru selesai membaca komik sampai tamat
tidak bisa tidur dan memutuskan membuka internet
membaca halaman-halaman setipe punya teman-teman
terkadang gw berpikir apakah blog gw pernah dibaca orang.haha
oke jadi komik yang gw baca katanya sih komik cewek
tapi menarik juga dibaca akhirnya keterusan
toh gw minjem juga dari teman cowok jadi bukan 'komik cewek' doong.haha
lalu apa maksud dari tulisan di atas
gw terhenyak juga
memikirkan apakah mungkin happy ending tuh cuman di cerita-cerita doang
atau ada di kehidupan ini
hanya tak pernah mampir ke gw
cukup sakit sebenernya berhubung baru selesai baca komik itu dan membaca blog teman-teman serta menyambung post sebelumnya
rasanya mata gw sampai basah.hiks
tidak, ceritanya tidak sama dengan hidup raga ini
namun serupa dalam arti lain
dan ketika membaca-baca blog sebelah
gw mencoba mengartikan dan
meskipun gw sering salah mengartikan
tapi rasanya bacaan tulisan itu tidak salah
tapi (mungkin) sia-sia sudah gw mengartikan dari tulisan
dan mungkin sekali lagi perbuatan yang sedikit gokil, nekad, dan di luar akal sehat hanya ada di cerita-cerita terutama komik-komik seperti yang sudah selesai gw baca
jadi masalah-masalah yang ada di komik bisa diselesaikan dengan cara komik ya hanya di komik
bukan di ruang dan waktu yang terus berjalan ini
namun bukan tidak mungkin berusaha
sudah malem (banget)
semoga bisa tidur nyenyak
Jumat, 29 Januari 2010
Limpahan Hati
gw pada tanggal :
Rabu, 27 Januari 2010
...
tiga malam terakhir rasanya seperti tiga malam terpanjang
tiga hari proyektor film di dalam kepala ini rasanya yang bisa mengerti dan menghibur
terbersit juga rasa kecewa kala bangun
rasanya lebih baik tetap hidup dalam bayangan itu
mungkin..
belakangan rasanya masalah tak berhenti-henti datang
masalah dengan sahabat
atau teman lebih tepatnya kalau memang ia tak mau mengakui sahabat sebelum ini
rasa-rasanya ini berawal seminggu dua minggu lalu
ketika gw tidak masuk karena sakit ke sekolah dan meminta tolong untuk memberitahu apa yang terjadi pada hari itu di sekolah dan diberitahulah gw secara garis besar
lalu ketika hari (yang gw pikir harus) mengumpulkan tugas BI tentang surat lamaran ternyata
surat tersebut harus berdasarkan iklan lowongan dari dikoran dan katanya tugas tersebut masuk nilai ulangan
gw yang masih merasa bahwa hari itu harus dikumpulkan merasa kesal (memang sedikit berlebihan karena gw pikir ulangan dapet 0)
jadi gw marahi/menghardik/membentak atau entahlah tidak tahu kata-kata yang cocok dengan kejadian tersebut
"Yaudah ga usah nanya-nanya ke gw lagi kalo begitu!" (kira-kira) balasnya
gw pikir hal tersebut sampai disitu
pulang memang meski biasa bareng beberapa kali sebelumnya dia tidak ikut
so, gw pikir biasa aja ketika dia tidak mau pulang
yang tidak gw sangka dua hari setelahnya, Senin sikapnya berubah menjadi sangat dingin
dibilang cuek juga tidak bisa karena seolah gw tidak ada dari sudut pandangnya
selain itu gw dianggap tidak ada olehnya
gw tanya tidak dijawab
bertemu menyapa pun tidak malah membuang muka
dan di saat yang sama
mungkin karena pikiran buruk juga
gw merasa terasing dari teman-teman yang lain
yah berbagai pikiran buruk masuk kalau sudah begini, ini itu
dan sudah gw tes dua kali
dan dua-duanya di situs sosial
setelah gw komen langsung tidak ada jawaban dari pihak sana
di sekolah pun sudah dan gw dikacangin
gw sudah tak tahu lagi
bingung hati ini
yang gw kesal adalah dia salah satu yang paling tahu salah satu hal yang ingin gw ubah
ketika conference chat dengan santos
bagian dimana gw:
terlalu diam
kurang percaya diri
harus lebih terbuka
dan poin-poin lainnya yang sudah kabur dari ingatan
tapi ketika gw sedang berusaha untuk mengubah hal tersebut gw mendapat masalah seperti ini
gw rasa ketika gw menghardiknya itu adalah saat dimana gw menyalurkan emosi tidak seperti selama ini dimana gw selalu menyimpan kekesalan di dalam hati
namun semua kejadian ini memberi trauma yang tidak bisa diubah dengan usaha sendiri
yang mengekang kebebasan berekspresi
yang menyebabkan semua yang ingin gw ubah malah semakin akut
gw tidak tahu jadi bagaimana yang benar untuk dilakukan
satu sisi bertentangan dengan sisi yang lainnya
gw berubah untuk bisa menjadi lebih baik namun hal tersebut malah menjatuhkan diri gw sendiri
Kamis, 28 Januari 2010
hari ini masih tidak berubah
mendapatkan penghiburan ketika kemarin ada yang menanyakan 'kenapa' kepada gw sehingga hari ini gw memutuskan untuk berkumpul dan menggabungkan diri seolah tidak terjadi apa-apa
ditanya memang "Ada apa sih lu dengan Ivan?"
tanpa berpikir mengelak dan ia juga dengan menjawab ngga ada apa-apa
pernyataan itu memang benar
ngga ada apa-apa, banget malah sampe kayak ga kenal
membuang muka
bahkan tidak bisa membuang muka, mata pun dibuang
memangnya segitu besarnya kesalahan gw dengan menghardiknya?
------------------------------------------------------------------
jadi pada tulisan kali ini
gw meminta maaf khususnya kepada Eduardus Ivan
dan kepada teman-teman yang lainnya atas perbuatan-perbuatan gw yang tidak berkenan di hati kalian
dan sekaligus berusaha memaafkan dan melepaskan semua dendam serta kekesalan
meskipun gw juga pernah mengatakan "sudah tidak berguna lagi kata 'maaf', paku yang sudah tertancap tetap akan meninggalkan bekas yang dalam" mungkin kata-kata maaf bisa mendangkalkan lobang tersebut
dengan memaafkan kita akan dimaafkan
yang jelas ini sudah akhir masa SMA yang kata orang adalah masa-masa terindah dalam hidup
gw tidak ingin mengakhiri masa SMA ini dengan kondisi kekanak-kanakan yang bodoh seperti ini
harapan gw
semua masalahi tidak mengenakkan ini akan hilang dalam waktu dekat, setidaknya sebelum gw menghadapi ujian akhir
Rabu, 27 Januari 2010
...
tiga malam terakhir rasanya seperti tiga malam terpanjang
tiga hari proyektor film di dalam kepala ini rasanya yang bisa mengerti dan menghibur
terbersit juga rasa kecewa kala bangun
rasanya lebih baik tetap hidup dalam bayangan itu
mungkin..
belakangan rasanya masalah tak berhenti-henti datang
masalah dengan sahabat
atau teman lebih tepatnya kalau memang ia tak mau mengakui sahabat sebelum ini
rasa-rasanya ini berawal seminggu dua minggu lalu
ketika gw tidak masuk karena sakit ke sekolah dan meminta tolong untuk memberitahu apa yang terjadi pada hari itu di sekolah dan diberitahulah gw secara garis besar
lalu ketika hari (yang gw pikir harus) mengumpulkan tugas BI tentang surat lamaran ternyata
surat tersebut harus berdasarkan iklan lowongan dari dikoran dan katanya tugas tersebut masuk nilai ulangan
gw yang masih merasa bahwa hari itu harus dikumpulkan merasa kesal (memang sedikit berlebihan karena gw pikir ulangan dapet 0)
jadi gw marahi/menghardik/membentak atau entahlah tidak tahu kata-kata yang cocok dengan kejadian tersebut
"Yaudah ga usah nanya-nanya ke gw lagi kalo begitu!" (kira-kira) balasnya
gw pikir hal tersebut sampai disitu
pulang memang meski biasa bareng beberapa kali sebelumnya dia tidak ikut
so, gw pikir biasa aja ketika dia tidak mau pulang
yang tidak gw sangka dua hari setelahnya, Senin sikapnya berubah menjadi sangat dingin
dibilang cuek juga tidak bisa karena seolah gw tidak ada dari sudut pandangnya
selain itu gw dianggap tidak ada olehnya
gw tanya tidak dijawab
bertemu menyapa pun tidak malah membuang muka
dan di saat yang sama
mungkin karena pikiran buruk juga
gw merasa terasing dari teman-teman yang lain
yah berbagai pikiran buruk masuk kalau sudah begini, ini itu
dan sudah gw tes dua kali
dan dua-duanya di situs sosial
setelah gw komen langsung tidak ada jawaban dari pihak sana
di sekolah pun sudah dan gw dikacangin
gw sudah tak tahu lagi
bingung hati ini
yang gw kesal adalah dia salah satu yang paling tahu salah satu hal yang ingin gw ubah
ketika conference chat dengan santos
bagian dimana gw:
terlalu diam
kurang percaya diri
harus lebih terbuka
dan poin-poin lainnya yang sudah kabur dari ingatan
tapi ketika gw sedang berusaha untuk mengubah hal tersebut gw mendapat masalah seperti ini
gw rasa ketika gw menghardiknya itu adalah saat dimana gw menyalurkan emosi tidak seperti selama ini dimana gw selalu menyimpan kekesalan di dalam hati
namun semua kejadian ini memberi trauma yang tidak bisa diubah dengan usaha sendiri
yang mengekang kebebasan berekspresi
yang menyebabkan semua yang ingin gw ubah malah semakin akut
gw tidak tahu jadi bagaimana yang benar untuk dilakukan
satu sisi bertentangan dengan sisi yang lainnya
gw berubah untuk bisa menjadi lebih baik namun hal tersebut malah menjatuhkan diri gw sendiri
Kamis, 28 Januari 2010
hari ini masih tidak berubah
mendapatkan penghiburan ketika kemarin ada yang menanyakan 'kenapa' kepada gw sehingga hari ini gw memutuskan untuk berkumpul dan menggabungkan diri seolah tidak terjadi apa-apa
ditanya memang "Ada apa sih lu dengan Ivan?"
tanpa berpikir mengelak dan ia juga dengan menjawab ngga ada apa-apa
pernyataan itu memang benar
ngga ada apa-apa, banget malah sampe kayak ga kenal
membuang muka
bahkan tidak bisa membuang muka, mata pun dibuang
memangnya segitu besarnya kesalahan gw dengan menghardiknya?
------------------------------------------------------------------
jadi pada tulisan kali ini
gw meminta maaf khususnya kepada Eduardus Ivan
dan kepada teman-teman yang lainnya atas perbuatan-perbuatan gw yang tidak berkenan di hati kalian
dan sekaligus berusaha memaafkan dan melepaskan semua dendam serta kekesalan
meskipun gw juga pernah mengatakan "sudah tidak berguna lagi kata 'maaf', paku yang sudah tertancap tetap akan meninggalkan bekas yang dalam" mungkin kata-kata maaf bisa mendangkalkan lobang tersebut
dengan memaafkan kita akan dimaafkan
yang jelas ini sudah akhir masa SMA yang kata orang adalah masa-masa terindah dalam hidup
gw tidak ingin mengakhiri masa SMA ini dengan kondisi kekanak-kanakan yang bodoh seperti ini
harapan gw
semua masalahi tidak mengenakkan ini akan hilang dalam waktu dekat, setidaknya sebelum gw menghadapi ujian akhir
Langganan:
Postingan (Atom)