Jumat, 29 Januari 2010

Limpahan Hati

gw pada tanggal :
Rabu, 27 Januari 2010

...
tiga malam terakhir rasanya seperti tiga malam terpanjang
tiga hari proyektor film di dalam kepala ini rasanya yang bisa mengerti dan menghibur
terbersit juga rasa kecewa kala bangun
rasanya lebih baik tetap hidup dalam bayangan itu
mungkin..

belakangan rasanya masalah tak berhenti-henti datang
masalah dengan sahabat
atau teman lebih tepatnya kalau memang ia tak mau mengakui sahabat sebelum ini
rasa-rasanya ini berawal seminggu dua minggu lalu
ketika gw tidak masuk karena sakit ke sekolah dan meminta tolong untuk memberitahu apa yang terjadi pada hari itu di sekolah dan diberitahulah gw secara garis besar
lalu ketika hari (yang gw pikir harus) mengumpulkan tugas BI tentang surat lamaran ternyata
surat tersebut harus berdasarkan iklan lowongan dari dikoran dan katanya tugas tersebut masuk nilai ulangan
gw yang masih merasa bahwa hari itu harus dikumpulkan merasa kesal (memang sedikit berlebihan karena gw pikir ulangan dapet 0)
jadi gw marahi/menghardik/membentak atau entahlah tidak tahu kata-kata yang cocok dengan kejadian tersebut
"Yaudah ga usah nanya-nanya ke gw lagi kalo begitu!" (kira-kira) balasnya
gw pikir hal tersebut sampai disitu
pulang memang meski biasa bareng beberapa kali sebelumnya dia tidak ikut
so, gw pikir biasa aja ketika dia tidak mau pulang
yang tidak gw sangka dua hari setelahnya, Senin sikapnya berubah menjadi sangat dingin
dibilang cuek juga tidak bisa karena seolah gw tidak ada dari sudut pandangnya
selain itu gw dianggap tidak ada olehnya
gw tanya tidak dijawab
bertemu menyapa pun tidak malah membuang muka
dan di saat yang sama
mungkin karena pikiran buruk juga
gw merasa terasing dari teman-teman yang lain
yah berbagai pikiran buruk masuk kalau sudah begini, ini itu
dan sudah gw tes dua kali
dan dua-duanya di situs sosial
setelah gw komen langsung tidak ada jawaban dari pihak sana
di sekolah pun sudah dan gw dikacangin
gw sudah tak tahu lagi
bingung hati ini
yang gw kesal adalah dia salah satu yang paling tahu salah satu hal yang ingin gw ubah
ketika conference chat dengan santos
bagian dimana gw:
terlalu diam
kurang percaya diri
harus lebih terbuka
dan poin-poin lainnya yang sudah kabur dari ingatan
tapi ketika gw sedang berusaha untuk mengubah hal tersebut gw mendapat masalah seperti ini
gw rasa ketika gw menghardiknya itu adalah saat dimana gw menyalurkan emosi tidak seperti selama ini dimana gw selalu menyimpan kekesalan di dalam hati
namun semua kejadian ini memberi trauma yang tidak bisa diubah dengan usaha sendiri
yang mengekang kebebasan berekspresi
yang menyebabkan semua yang ingin gw ubah malah semakin akut

gw tidak tahu jadi bagaimana yang benar untuk dilakukan
satu sisi bertentangan dengan sisi yang lainnya
gw berubah untuk bisa menjadi lebih baik namun hal tersebut malah menjatuhkan diri gw sendiri


Kamis, 28 Januari 2010

hari ini masih tidak berubah
mendapatkan penghiburan ketika kemarin ada yang menanyakan 'kenapa' kepada gw sehingga hari ini gw memutuskan untuk berkumpul dan menggabungkan diri seolah tidak terjadi apa-apa
ditanya memang "Ada apa sih lu dengan Ivan?"
tanpa berpikir mengelak dan ia juga dengan menjawab ngga ada apa-apa
pernyataan itu memang benar
ngga ada apa-apa, banget malah sampe kayak ga kenal
membuang muka
bahkan tidak bisa membuang muka, mata pun dibuang
memangnya segitu besarnya kesalahan gw dengan menghardiknya?


------------------------------------------------------------------

jadi pada tulisan kali ini
gw meminta maaf khususnya kepada Eduardus Ivan
dan kepada teman-teman yang lainnya atas perbuatan-perbuatan gw yang tidak berkenan di hati kalian
dan sekaligus berusaha memaafkan dan melepaskan semua dendam serta kekesalan
meskipun gw juga pernah mengatakan "sudah tidak berguna lagi kata 'maaf', paku yang sudah tertancap tetap akan meninggalkan bekas yang dalam" mungkin kata-kata maaf bisa mendangkalkan lobang tersebut
dengan memaafkan kita akan dimaafkan

yang jelas ini sudah akhir masa SMA yang kata orang adalah masa-masa terindah dalam hidup
gw tidak ingin mengakhiri masa SMA ini dengan kondisi kekanak-kanakan yang bodoh seperti ini

harapan gw
semua masalahi tidak mengenakkan ini akan hilang dalam waktu dekat, setidaknya sebelum gw menghadapi ujian akhir

Senin, 18 Januari 2010

Salahkah Aku

atau semua ini adalah salah
bagaimana lagi berpijak di bumi ini
ketika semua dusta dan kekesalan memakan keindahan hidup
mungkin topeng membohongi publik
atau mungkin hanya aku sendiri melangkah di jalan yang salah

menyadari
yang ketika lalu masih abstrak
menambah kekelaman tak tahu arah
ranjau-ranjau tersebar di penghujung jalanku
ketika kaki yang satu telah salah melangkah
aku tak mau salah lagi